Web statis adalah website yang mana pengguna tidak bisa mengubah konten dari web secara langsung menggunakan browser. Interaksi yang terjadi antara pengguna dan server hanyalah seputar pemrosesan link saja. Halaman-halaman web tidak memliki database, data dan informasi yang ada pada web statis tidak berubah-ubah kecuali diubah sintaksnya. Dokumen web yang dikirim kepada client akan sama isinya dengan apa yang ada di web server.
Contoh dari web statis adalah web yang berisi profil perusahaan. Di sana hanya ada beberapa halaman dan kontennya hampir tidak pernah berubah karena konten langsung diletakan dalam file HTML.
Untuk pengembangan aplikasi web, konsentrasi kita adalah bagaimana membuat program server, atau kita istilahkan web server. Bagaimana dengan program client (browser)? Untuk sementara kita memanfaatkan browser yang sudah ada saja, seperti misalnya Google Chrome, Mozilla Firefox, Internet Explorer atau web browser lainnya.
Dari skema diatas, untuk bagian TCP Server bisa kita susun algoritma pemrogramannya seperti yang terlihat pada ilustrasi gambar berikut ini. Untuk keperluan pengembangan aplikasi, tentunya kita belum butuh komputer server yang sesungguhnya. Tetapi dikarenakan aplikasi web server dan client ini butuh IP Address, maka kita bisa menggunakan IP Address localhost atau 127.0.0.1. Sedangkan untuk konfigurasi Port, kita bebas menggunakan port berapapun asalkan port tadi tidak digunakan oleh aplikasi lainnya. Contoh port yang jarang digunakan aplikasi lain adalah port 8080.
Uniform Resource Locator (URL)
Agar program client bisa terhubung dengan program server, atau istilahnya adalah membangun koneksi (establish connection), maka perlu ada standar khusus yang mengatur tentang hal itu. Standar yang dimaksud tertuang dalam RFC 1738 yang berisi standar Uniform Resource Locator atau disingkat URL. Dalam penggunaan kesehariannya, biasanya kita mengetikkan URL ini pada address bar pada browser kita.
Adapun aturan penulisan URL menurut RFC 1738 itu, khusus untuk protokol HTTP adalah seperti berikut ini.
[http|https]://www.[host:port]/path/filename?param-1=data-1¶m-n=data-n
Contoh :
● https://www.google.com/index.html
● https://www.facebook.com/index.php?groups=2920223131408328
● https://www.google.com/search?q=rfc+2068&sxsrf=ALeKk00
● http://www.localhost:8080/index.html
● http://www.127.0.0.1/index.html?nama=ria&alamat=banyuwangi
Jika pada penulisan URL port tidak didefinikan, maka otomatis port akan terisi 80. Karena dalam konsensus protokol http, port yang digunakan adalah 80. Hanya untuk keperluan pengembangan aplikasi, kita bisa menggunakan port berapapun asalkan tidak bentrok dengan aplikasi lainnya. Nanti setelah aplikasinya dipasang di server yang sesungguhnya, maka port aplikasi harus dirubah menjadi 80.
Request Message (Pesan Permintaan)
Setelah program client dan server terhubung, maka langkah pertama adalah program client mengirimkan pesan (request message) ke program server. Isi dari pesan permintaan (request message) ini sudah diatur pada RFC 2068 section 5. Ini saya contohkan isi pesan permintaan.
Dari contoh diatas, aturan penulisan isi pesan permintaan (request message) yang ditetapkan pada RFC 2616 terdapat 2 bagian pokok yaitu :
1. Request-line
2. Request Header Fields
Baris ke 0 yaitu “GET /index.html HTTP/1.1” disebut Request-line. Dimana pada bagian request-line ini terbagi menjadi 3 bagian seperti gambar berikut ini
Berikut ini adalah algoritma untuk menangani request (handle request).
Response
Setelah server menerima dan menafsirkan pesan permintaan (request message), maka server merespon client dengan pesan respons HTTP (HTTP Response Message). Pada intinya isi dari response message itu adalah
Response = status-line CRLF header CRLF message body
Contoh :
Oke, setelah paham mengenai konsep dari respon message, maka kita akan belajar bagaimana menangani respon (handle response) itu tadi. Berikut ini saya tunjukkan sebuah iluastrasi yang menggambarkan algoritma handle method GET.
Flowchart Web Server Statis
Setelah memahami 3 algoritma diatas, berikut merupakan flowchart dari codingan web server statis
Referensi :
https://harmonipermata.com/web-dinamis-dan-web-statis/
https://nuriasafitri25.blogspot.com/2021/09/algoritma-web-server-statis.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar