Algoritma merupakan suatu langkah-langkah logis tertentu yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah. Dalam hal ini, masalah yang dimaksud adalah masalah dalam membangun sebuah sistem ataupun program yang berjalan di dalam sebuah komputer. Algoritma sendiri merupakan salah satu bahasan yang merupakan topik dasar, terutama bagi mereka yang mengambil perkuliahan pada jurusan teknik, terutama teknik komputer dan sistem informasi.
Saat ini, algoritma memiliki fungsi yang sangat penting bagi manusia, yaitu membantu manusia dalam menyelesaikan suatu masalah, yang didasarkan pada pola pikirnya masing-masing. Jadi, dengan menggunakan prinsip-prinsip algoritma, seseorang bisa menyelesaikan masalahnya masing-masing.
Pengertian Flowchart
Flowchart bukanlah merupakan sebuah kerangaka berpikir seperti algoritma ataupun pseudocode flowchart pada dasarnya merupakan sebuah bentuk gambar ataupun diagram yang memiliki aliran satu atau dua arah yang berlaku secara sekuensial atau berkesinambungan. Fungsi utama dari flowchart ini adalah untuk menggambarkan sebuah desain program dan untuk merepresentasikan sebuah program atau sistem yang akan kita buat, berdasarkan pola berpikir kita (berdasarkan algoritma).
Unsur – unsur atau komponen yang terdapat pada flowchart
Secara umum, dan secara garis besar, flowchart menerapkan unsur atau komponen yang sama seperti komponen pada pemrograman. Berikut ini adalah beberapa unsur dalam flowchart tersebut :
- Input
- Percabangan (biasanya menggunakan command if dan switch)
- Perulangan (biasanya menggunakan command atau kode while, for, each, loop)
- Output
Flowchart dibuat sesuai dengan algoritma yang sudah disusun, dan kemudian dibuat sesuai dengan urutan, perintah, serta ketentuan-ketentuan lainnya, yang dilambangkan dengan symbol-symbol tertentu.
Pengertian Pseudocode
Pseudocode merupakan sebuah pengembangan dari algoritma, dimana, sesuai dengan namanya, pseudocode menggunakan kode-kode tertentu untuk memberikan penjelasan mengenai cara kerja atau penyelesaian dari suatu masalah. Singkatnya, pseudocode bisa dibilang sebagai sebuah algoritma yang sudah diubah ke dalam bentuk kode-kode tertentu.
Kelebihan dari pseudocode ini adalah memiliki struktur yang jauh lebih ringkas dibandingkan dengan algoritma, namun demikian masih mudah untuk dimengerti oleh manusia, dan memiliki struktur yang hampir mirip dengan bahasa pemrograman. Pseudocode menggunakan banyak sekali command-command yang populer, yang banyak kita pelajari, misalnya saja, IF, ELSE, THEN, serta menggunakan kode atau tanda-tanda tertentu, seperti tanda underscore (_), tanda koma, titik, tanda kutip, tanda panah kiri dan kanan, serta tanda lainnya.
Untuk dapat membuat sebuah pseudocode, maka paling tidak kita harus mengetahui algoritma dari suatu masalah terlebih dahulu. Setelah itu, barulah, dirubah ke dalam bentuk yang lebih ringkas, dengan tambahan berupa kode dan tanda tertentu.
Berikut ini merupakan flowchart dan pseudocode dari code program web server dinamis
Pseudocode handle_request()
Pseudocode hendle_get()
Pseudocode handle_post()
Pseudocode Class Template
Deklarasi
Text : String
Context : Lib
int {m : text, kompile } : String
Kompile {m : text} : String
Render {In : Context, text } : String
Implementasi Limit
Self.tokens = self.compile (test)
Implementasi Kompile
token = [ ]
delimiter = re.compile {r`{%.(.*?)%}0. Re,DOTALL
for index, token in delimiter.split{text}
if index % 2 == 0
if token:
tokens.append((False, token.replace('%\}', '%}').replace('{\%', '{%')))
else:
lines = token.replace('{\%', '{%').replace('%\}', '%}').splitlines()
indent = min([len(l) - len(l.lstrip()) for l in lines if l.strip()])
realigned = '\n'.join(l[indent:] for l in lines)
tokens.append((True, compile(realigned, '<tempalte> %s' % realigned[:20], 'exec')))
Return tokens
Implementasi Render
global_context = {}
if context:
update global_context
def emit(*args):
result.extend([str(arg) for arg in args])
def fmt_emit(fmt, *args):
result.append(fmt % args)
global_context['emit'] = emit
global_context['fmt_emit'] = fmt_emit
#run the code
result = []
for is_code, token in self.tokens:
if is_code:
exec(token, global_context)
else:
result.append(token)
return ‘’,join(result)
https://www.nesabamedia.com/pengertian-pseudocode/






Tidak ada komentar:
Posting Komentar